Refrigerant atau juga biasa dikenal dengan freon merupakan zat yang biasa digunakan sebagai bahan pendingin seperti ac mobil, ac ruangan maupun kulkas. Zat ini memiliki fungsi untuk mengambil panas (evaporasi) serta membuang panas (kondensasi). Lalu, apa saja jenis refrigerant dan fungsinya? Berikut ulasannya.
Jenis Refrigeran Dan Fungsinya
R-11
Pertama ada R11, sebuah bahan pendingin yang biasa digunakan di kulkas, ac bangunan kecil, departemen store serta dipakai untuk water chiller. Freon yang satu ini memiliki ciri ciri seperti tidak gampang meledak, tidak terbakar, tidak bersifat korosif dan stabil. Warna tabung dari jenis ini yaitu berwarna jingga.
Namun freon ini memiliki angka GWP dan ODP yang tinggi atau dapat menyebabkan pemanasan global tinggi serta dapat merusak ozon sehingga kurang baik jika dipakai. Jenis ini juga sudah dilarang dipakai.
R-12
Selanjutnya ada R 12 atau CCL3F2 yaitu freon yang biasa digunakan di ac mobil. Zat ini memiliki ciri ciri seperti tidak bersifat korosif, tidak terbakar, tidak beracun dan stabil. Freon ini memiliki tabung berwarna putih.
Terbuat dari unsur chlor atau CFC, zat ini dapat merusak lapisan ozon serta menyebabkan global warming yang memberi efek kurang baik untuk bumi. Sama seperti jenis 11, freon ini juga sudah dilarang dipakai di Indonesia.
R-13
Selanjutnya ada freon 13 atau CCL3F3 yang memiliki kesamaan dengan dua freon di atas yaitu memiliki kandungan klor yang dapat merusak lapisan ozon. Ciri-ciri dari freon ini yaitu memiliki titik didih -18, 4 derajat fahrenheit. Untuk warna tabung dari zat ini yaitu berwarna biru tua. Zat ini sekarang banyak digunakan sebagai pengganti dari R 22.
R-22
Selanjutnya ada refrigeran yang paling terkenal dan banyak digunakan yaitu R-22. Berbeda dengan ketiga zat di atas yang terbuat dari CFC, untuk zat ini dibuat dari HCFC yang sedikit lebih ramah lingkungan. Namun zat ini tetap menyebabkan global warming dengan efek yang hampir sama dengan CFC.
Ciri ciri dari zat ini yaitu tidak beracun, tidak korosif dan tidak mudah terbakar. Fungsi refrigerant ini biasanya digunakan untuk pendingin ac gedung dan kulkas, namun untuk sekarang zat ini sudah tidak boleh dipakai di Indonesia karena tidak ramah lingkungan. Refrigeran ini memiliki tabung berwarna hijau.
R-32
Selanjutnya ada R32 yang terbuat dari HFC yang lebih ramah lingkungan serta karena memiliki sistem refrigerant dengan angka GWP yang rendah. Salah satu ciri dari zat ini yaitu mudah terbakar. Zat ini memiliki tabung berwarna merah dan sering digunakan untuk pendingin ac ruangan seperti LG, panasonic, Sharp dan lainnya.
Bahan yang diluncurkan sejak 2013 ini ini kerap digunakan juga sebagai pengganti R-22 karena memiliki efek global warming rendah dan tidak menyebabkan kerusakan ozon.
R-134a
Selanjutnya ada R-134a yang terbuat dari HFC dan sering digunakan sebagai bahan pendingin ac mobil serta kulkas. Ciri ciri dari zat ini yaitu non korosif, tidak terbakar dan tidak meledak.
Bahan ini sudah banyak sekali digunakan karena ramah lingkungan dimana zat ini merupakan contoh refrigerant yang tidak merusak ozon serta sedikit menyebabkan pemanasan global. R-134a ini memiliki tabung yang berwarna hijau muda.
R-410a
Refrigerant terakhir ada R-410a yang banyak dipakai sebagai bahan pendingin ac jenis inverter. Ciri dari zat ini yaitu tidak terbakar dan terbuat dari HFC. Bahan ini memiliki angka ODP sebesar 0 atau tidak menyebabkan kerusakan ozon namun bahan ini memiliki potensi pemanasan global yang cukup tinggi.
Ada banyak sekali refrigerant yang bisa dipakai untuk bahan pendingin namun tidak semuanya baik untuk lingkungan terutama yang terbuat dari CFC seperti R-12 dan R-22 yang sudah dilarang dipakai. Jika anda ingin menggunakan zat ini maka pilihlah yang ramah lingkungan seperti R-134a.
Itulah beberapa jenis refrigerant dan fungsinya yang bisa anda jadikan referensi sebelum memilih bahan pendingin. Usahakan untuk memilih ac maupun barang lainnya yang menggunakan refrigerant ramah lingkungan. Sayangi bumi anda dengan bijak menggunakan refrigeran yang aman untuk lingkungan.



